Saimdang Light’s Diary (2017)

Setelah 13 tahun vakum dari dunia akting, Lee Young-ae akhirnya kembali membintangi sebuah drama historis bersama Song Seung-heon. Lee Young-ae berperan sebagai Shin Saimdang, seorang wanita penggiat seni dan penulis pada Dinasti Joseon. Shin Saimdang adalah figur wanita pertama yang dicetak pada uang kertas Korea Selatan. Di usianya yang masih belia, Shin Saimdang telah menunjukkan kegeniusannya sebagai seorang pelukis lansekap.

Drama Saimdang Light’s Diary mengisahkan kehidupan Seo Ji-yoon, seorang pengajar Sejarah Seni, yang menemukan buku harian Shin Saimdang. Ia berusaha memecahkan misteri yang terdapat dalam lukisan kuno yang ditemukan oleh sebuah yayasan riset dan pihak universitas tempatnya bekerja. Namun di tengah jalan, Ji-yoon pun menghadapi berbagai kesulitan untuk mendalami risetnya, karena profesor di tempatnya bekerja nampak menutupi banyak fakta di balik koleksi galeri yayasan tersebut.

Tokoh-tokoh yang terlibat di dalam upaya pemecahan misteri lukisan kuno rupanya adalah reinkarnasi dari orang-orang yang hidup pada masa lalu. Seo Ji-yoon sendiri adalah reinkarnasi dari Saimdang sedangkan Han Sang Hyun- junior Saimdang adalah reinkarnasi dari Lee Gyeom muda. Beberapa orang di sekitar Ji-yoon juga merupakan reinkarnasi dari orang-orang yang memiliki hubungan dengan Saimdang.

Drama ini juga menampilkan kehidupan Shin Saimdang di masa lalu yakni saat pertama kalinya Saimdang memiliki hubungan cinta dengan Lee Gyeom, seorang relasi Raja Joseon. Hubungan cinta mereka terpaksa kandas karena sebuah insiden pembunuhan massal yang terjadi di Kuil Unpyeongsa. Untuk melindungi hidup keduanya, ayah Saimdang pun berkorban nyawa dan menutupi semua kebenaran yang ada. Saimdang yang dipaksa menikahi pria lainnya pun melanjutkan kehidupannya sebagai wanita biasa. Sampai suatu hari, mereka terpaksa pindah dari kampung halamannya untuk memulai hidup baru.

Di kota baru inilah, Saimdang tanpa sengaja bertemu kembali dengan Lee Gyeom. Pemuda itu tumbuh menjadi seorang seniman terkenal yang gagah, tampan dan berwibawa (kyaaaaa…. bias bias). Senyuman Lee Gyeom mampu membuat para wanita mabuk kepayang (ehm, termasuk saya hihihi). Namun rupanya, Lee Gyeom tidak pernah membuka hatinya untuk perempuan lain. Di hatinya hanya ada Saimdang. Pertemuan Lee Gyeom dengan cinta pertamanya itu telah mendorong sang seniman untuk mengungkapkan misteri di balik pembatalan pertunangan mereka.

Lambat laun misteri mulai terkuak, apalagi Whieumdang Choi- gadis yang dulu pernah membantu Saimdang lari dari Unpyeongsa- ternyata menjadi ketua grup orangtua di sekolah anak Saimdang. Lady Whieumdang yang memiliki dendam karena cintanya ditolak oleh Lee Gyeom muda pun berusaha menghancurkan nama Saimdang dan menghalangi seluruh usahanya. Namun, Lee Gyeom mulai mencurigai Lady Whieumdang karena wanita ini mengungkit nama Unpyeongsa di kontes lukisan sekolah. Saimdang yang berhenti melukis karena trauma akan kejadian Unpyeongsa pun nyaris pingsan. Ia gemetar ketakutan saat mendengar nama Unpyeongsa.

Lee Gyeom pun berhasil menguak identitas Lady Whieumdang setelah melihat bekas luka di tangan perempuan itu. Suami Lady Whieumdang adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab atas tragedi di Unpyeongsa dan ia adalah otak di balik sejumlah kejahatan yang menimpa negeri tersebut. Lee Gyeom pun diminta raja untuk mengungkap sosok suami Lady Whieumdang dan di  tengah jalan, ia menemukan fakta bahwa sang raja juga salah satu orang yang menyebabkan pertunangannya dengan Saimdang menjadi gagal.

Pada awalnya, saya hanya mencoba bertahan menonton drama ini karena Song Seung-heon. Plot di awal drama sedikit membosankan. Namun lama-kelamaan, ceritanya mulai bikin ketagihan. Apalagi semenjak saya melihat pengorbanan Lee Gyeom untuk melindungi Saimdang.

“Saya tidak peduli kamu sudah menjadi wanita milik orang lain atau istri orang lain. Saya sudah memutuskan bahwa sepanjang sisa hidup saya, saya akan berjalan paralel bersamamu. Saya akan melihatmu dan melindungimu walau dari kejauhan”- well, kurang lebih begitu ya terjemahannya.

Dan saya pun berteriak kya-kya-kya sendiri!

Maklum, suami Saimdang sendiri sangat jauh dari harapan. Ganteng tidak, pintar tidak, gentleman juga tidak. Ia membiarkan Saimdang bekerja keras menghidupi anak-anaknya sementara ia sering kali tertidur di mana saja. Suami Saimdang telah berusaha mengikuti tes menjadi pegawai pemerintahan, namun selama 20 tahun- ia selalu gagal.

Yang bikin saya mewek adalah kebaikan Lee Gyeom untuk membantu suami Saimdang mendapatkan posisi di kantor pemerintahan. Hal ini dilakukannya setelah mendengar curahan hati putra Saimdang-yang pernah menjadi muridnya. Yi I, putra Saimdang adalah anak yang sangat cerdas namun kondisi finansial dan status keluarganya membuatnya tidak bisa mengikuti sekolah.

Cinta Lee Gyeom ke Saimdang luar biasaa ya… semalaman ga habis pikir kok bisa ya dia berkorban sedemikian rupa… mencintai tapi ga bisa memiliki.

Duh Abang Lee Gyeom, sukaaaa…

Genre : Semi historis

Pemain

Lee Young-ae

 

クリックすると新しいウィンドウで開きます
Credit here

 

 

Song Seung-heon

 

クリックすると新しいウィンドウで開きます
Credit here

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkat ketegangan cerita : 6 dari 10

Tingkat ke-drooling-an : 8 dari 10

Tingkat keseruan cerita : 7 dari 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s